Subnetting
SUBNET Mask kelas C Defaultnya adalah :255.255.255.0
SUBNET Mask kelas B Defaultnya adalah :255.255.0.0
SUBNET Mask kelas A Defaultnya adalah :255.0.0.0
Untuk IP adress kelas A tidak dapat memakai subnet kelas B demikian pula sebaliknya. Jika kalian pernah menemukan istilah 255.0.0.0/8 maksud dari istilah tersebut adalah, subnet mask 255.0.0.0 mempunyai bit yang aktif (angka 1) sebanyak 8. Angka 8 setelah karakter ‘/’menunjukkan banyaknya angka 1. Sebenarnya subnet mask terdiri dari bilangan – bilangan biner, misalnya 255.0.0.0 jika dikonversi ke biner maka menjadi
11111111.00000000.00000000.00000000.
Oleh karena itu penulisannya menjadi 255.0.0.0/8.
Contoh lainnya adalah 255.255.255.224/27 jika dikonversi ke biner maka akan menjadi
11111111.11111111.11111111.11100000.
SSH server merupakan suatu program aplikasi yang berfungsi untuk melakukan remote server untuk suatu keperluan, antara lain untuk melakukan pemeliharaan sistem dan administasi user maupun grup serta untuk melakukan pengamatan dan pengawasan mesin dari jauh.
Open SSH terbukti merupakan poject GNU yang dijamin keamanannya dan bersifat gratis. Dikatakan aman karena datanya terenkripsi.
Konfigurasi SSH server
1. Memastikan paket open SSH di Linux kita
misal :
ubuntu@ubuntu:-$ sudo dpkg -l | grep ssh
1. Mengedit pada konfigurasi ssh
ubuntu@ubuntu:-$ sudo vim /etc/ssh/sshd_config
perintah di atas akan menampilkan isi konfigurasi, pada kalimat port 22 berikan tanda ‘ # ‘, ini akan membuat Operating System kita tidak bisa di remote komputer lain. Jika kita menghendaki remote server, hilangkan tanda pagar pada kalimat #permiteRootLogin yes. Kita juga dapat menghilangkan tanda pagar pada kalimat #RSAAuthentication yes untuk menghendaki penggunaan autentifikasi. Simpan perubahan yang kita lakukan.
1. Menjalankan openssh server
ubuntu@ubuntu:-$ sudo /etc/init.d/ssh start
1. Untuk menjalankan secara otomatis saat komputer dinyalakan.
ubuntu@ubuntu:-$ cd /etc/init.d/
root@ubuntu:-$ /etc/init.d# update-rc.d -n ssh defaults