DNS SERVER

Posted in LAPORAN LINUX on December 26, 2008 by anakkedua

SUBNET Mask kelas C Defaultnya adalah :255.255.255.0

SUBNET Mask kelas B Defaultnya adalah :255.255.0.0

SUBNET Mask kelas A Defaultnya adalah :255.0.0.0

Untuk IP adress kelas A tidak dapat memakai subnet kelas B demikian pula sebaliknya. Jika kalian pernah menemukan istilah 255.0.0.0/8 maksud dari istilah tersebut adalah, subnet mask 255.0.0.0 mempunyai bit yang aktif (angka 1) sebanyak 8. Angka 8 setelah karakter ‘/’menunjukkan banyaknya angka 1. Sebenarnya subnet mask terdiri dari bilangan – bilangan biner, misalnya 255.0.0.0 jika dikonversi ke biner maka menjadi

11111111.00000000.00000000.00000000.

Oleh karena itu penulisannya menjadi 255.0.0.0/8.

Contoh lainnya adalah 255.255.255.224/27 jika dikonversi ke biner maka akan menjadi

11111111.11111111.11111111.11100000.

trus….

SSH deh…

SSH server merupakan suatu program aplikasi yang berfungsi untuk melakukan remote server untuk suatu keperluan, antara lain untuk melakukan pemeliharaan sistem dan administasi user maupun grup serta untuk melakukan pengamatan dan pengawasan mesin dari jauh.

Open SSH terbukti merupakan poject GNU yang dijamin keamanannya dan bersifat gratis. Dikatakan aman karena datanya terenkripsi.

Konfigurasi SSH server

1. Memastikan paket open SSH di Linux kita

misal :

ubuntu@ubuntu:-$ sudo dpkg -l | grep ssh

1. Mengedit pada konfigurasi ssh

ubuntu@ubuntu:-$ sudo vim /etc/ssh/sshd_config

perintah di atas akan menampilkan isi konfigurasi, pada kalimat port 22 berikan tanda ‘ # ‘, ini akan membuat Operating System kita tidak bisa di remote komputer lain. Jika kita menghendaki remote server, hilangkan tanda pagar pada kalimat #permiteRootLogin yes. Kita juga dapat menghilangkan tanda pagar pada kalimat #RSAAuthentication yes untuk menghendaki penggunaan autentifikasi. Simpan perubahan yang kita lakukan.

1. Menjalankan openssh server

ubuntu@ubuntu:-$ sudo /etc/init.d/ssh start

1. Untuk menjalankan secara otomatis saat komputer dinyalakan.

ubuntu@ubuntu:-$ cd /etc/init.d/

root@ubuntu:-$ /etc/init.d# update-rc.d -n ssh defaults

Subnetting

Posted in LAPORAN LINUX on December 26, 2008 by anakkedua

SUBNET Mask kelas C Defaultnya adalah :255.255.255.0

SUBNET Mask kelas B Defaultnya adalah :255.255.0.0

SUBNET Mask kelas A Defaultnya adalah :255.0.0.0

Untuk IP adress kelas A tidak dapat memakai subnet kelas B demikian pula sebaliknya. Jika kalian pernah menemukan istilah 255.0.0.0/8 maksud dari istilah tersebut adalah, subnet mask 255.0.0.0 mempunyai bit yang aktif (angka 1) sebanyak 8. Angka 8 setelah karakter ‘/’menunjukkan banyaknya angka 1. Sebenarnya subnet mask terdiri dari bilangan – bilangan biner, misalnya 255.0.0.0 jika dikonversi ke biner maka menjadi

11111111.00000000.00000000.00000000.

Oleh karena itu penulisannya menjadi 255.0.0.0/8.

Contoh lainnya adalah 255.255.255.224/27 jika dikonversi ke biner maka akan menjadi

11111111.11111111.11111111.11100000.

SSH server merupakan suatu program aplikasi yang berfungsi untuk melakukan remote server untuk suatu keperluan, antara lain untuk melakukan pemeliharaan sistem dan administasi user maupun grup serta untuk melakukan pengamatan dan pengawasan mesin dari jauh.

Open SSH terbukti merupakan poject GNU yang dijamin keamanannya dan bersifat gratis. Dikatakan aman karena datanya terenkripsi.

Konfigurasi SSH server

1. Memastikan paket open SSH di Linux kita

misal :

ubuntu@ubuntu:-$ sudo dpkg -l | grep ssh

1. Mengedit pada konfigurasi ssh

ubuntu@ubuntu:-$ sudo vim /etc/ssh/sshd_config

perintah di atas akan menampilkan isi konfigurasi, pada kalimat port 22 berikan tanda ‘ # ‘, ini akan membuat Operating System kita tidak bisa di remote komputer lain. Jika kita menghendaki remote server, hilangkan tanda pagar pada kalimat #permiteRootLogin yes. Kita juga dapat menghilangkan tanda pagar pada kalimat #RSAAuthentication yes untuk menghendaki penggunaan autentifikasi. Simpan perubahan yang kita lakukan.

1. Menjalankan openssh server

ubuntu@ubuntu:-$ sudo /etc/init.d/ssh start

1. Untuk menjalankan secara otomatis saat komputer dinyalakan.

ubuntu@ubuntu:-$ cd /etc/init.d/

root@ubuntu:-$ /etc/init.d# update-rc.d -n ssh defaults

TCP/IP

Posted in LAPORAN LINUX on December 26, 2008 by anakkedua

Praktikum yang kemaren tuh mempelajari tentang
- Topologi Bus :
sebuah kabel pusat sebagai media transmisi utama(biasanya katanya sih kabel koaxial). Dan katanya juga data yang nglewatin transmisi dapat langsung menuju ke host yang dituju tanpa melewati host yang lain. Data dapat bergerak bebas sepanjang kabel, dan akibatnya coallision yang besar menyebabkan kinerja berkurang. Bayangkan aja 1 kabel dilewati dua buah arus yang sama, bahkan kadang bolak-balik. Akan tetapi sistem akan terputus kalo media transmisi utama terputus.
null

Topologi Ring.
Pada sistem ini digunakan token passing. artinya token akan dikirim memutar sampe ke host tujuan. DAta mengalir pada media transmisi berjalan 1 arah, kalo ada salah satu host mati maka seluruh jaringan akan terputus juga
null

Topologi Star
Tipe jaringan ini menggunakan konsentrator untuk menghubungkan seluruh node. Konsentrator dapat berupa switch ato hub. Media transmisi biasanya menggunakan kabel UTP. Kalo 1 node putus/gangguan, jaringan keseluruhan akan tetap berjalan. tetapi kelemahan dari topologi ini yaitu jika hub/switch mati/gangguan maka seluruhnya akan mati/tidak berjalan.
besarnya kecepatan transfer switch adalah 10/100 MBps sedangkan HUB 10 MBps
null

PENGKABELAN
Pemasangan type straight
Standar berdasarkan EIA/TIA-568 B. antara ujung ke ujung memiliki urutan kabel yang sama.
penghubung beberapa host dengan perangkat penghubung seperti switch, hub, dan repeater.
null

Pemasangan type cross
Standar berdasarkan EIA/TIA-568 B. Penghubung antara host secara langsung, misal laptop ke laptop.
null

Linux My Way

Posted in Uncategorized on October 13, 2008 by anakkedua

1. Pengertian Dari:
1.Freeware
Perangkat lunak yang bebas digunakan tanpa batasan waktu
2.free software
software yang bebas untuk digunakan, dipelajari dan diubah serta dapat disalindengan atau tanpa modifikasi, atau dengan beberapa keharusan untuk memastikan bahwa kebebasan yang sama tetap dapat dinikmati oleh pengguna-pengguna berikutnya. Bebas di sini juga berarti dalam menggunakan, mempelajari, mengubah, menyalin atau menjual sebuah perangkat lunak, seseorang tidak perlu meminta ijin dari siapa pun.
3. Open source
adalah sistem pengembangan yang tidak dikoordinasi oleh suatu orang/lembaga pusat, tetapi oleh para pelaku yang bekerja sama dengan memanfaatkan kode sumber (source-code) yang tersebar dan tersedia bebas (biasanya menggunakan fasilitas komunikasi internet). Pola pengembangan ini mengambil model ala bazaar, sehingga pola Open Source ini memiliki ciri bagi komunitasnya yaitu adanya dorongan yang bersumber dari budaya memberi, yang artinya ketika suatu komunitas menggunakan sebuah program Open Source dan telah menerima sebuah manfaat kemudian akan termotivasi untuk menimbulkan sebuah pertanyaan apa yang bisa pengguna berikan balik kepada orang banyak
2. Distro Linux & Kelebihan
Contoh distro linux :
- CentOS
- Mandrake
- RedHat
- Ubuntu
- Mandriva
- Linux Mint
- Zencafe
- Kuliax
- Dewa Linux

3. Perbedaan GNOME KDE
1. KDE berorientasi pada GUI shg tampilannya lebih menarik dibanding GNOME yang kurang nilainya dalam segi tampilan
2. GNOME lebih irit memori daripada KDE karena GNOME tidak berorientasi pada grafis tetapi lebih kepada penghematan memori.

ttd : anak kedua
epen

Hello world!

Posted in Uncategorized on October 8, 2008 by anakkedua

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.